Ini bukanlah tandingan liriknya lagu kang Doel Sumbang yang berkisah ttg “kalau bulan bisa ngomong”..Namun hanya bersitan ide yang terlintas saat mengamati cermin yang merupakan benda terfavorit kayaknya bagi makhluk yang bernama manusia.
Seandainya cermin itu bisa bicara pasti ia akan ngomong “ bosan melihat orang-orang yang selama ini menghadap dirinya”. Pun jika cermin-cermin yang ada selama ini bisa berkata seperti cerminnya Ratu dalam dongeng Snow White pasti ia tak akan bohong untuk mengatakan jelek, manis, tampan, cantik. Yah, itu hanya andai-andai saja…
Kenyataannya cermin tak pernah mengeluh dengan banyaknya orang yang mematut diri padanya. Ia tak pernah menolak siapapun yang datang untuk membetulkan penampilannya. Dan ia selalu jujur untuk mengatakan yang sebenarnya. Buktinya tak pernah ada bayangan yang beda dari benda aslinya to ? Semua tampak simetris walau letaknya jadi berlawanan, yang kanan jadi kiri yang kiri jadi kanan (hal ini berlaku bagi cermin datar..)
Begitulah cermin menangkap realita. Dengan keterbatasannya yang tak bisa bicara ia menyuarakan kebenaran dan kejujuran. Sedang kita ? Semoga bukan orang yang tak berani menghadapi realita…”Buruk muka cermin dibelah” Mukanya yang jelek tapi cermin yang disalahkan bahkan dihancurkannya…Nasib..nasib…..
Hero City, 240108 : 02.01 am
0 Comments
payung asa tak mampu menampik
guyuran hujan petang ini
tak jua berhenti air yang membuat
genangan rasa ini,
membuatku bungkam dalam senandung
kerinduanku pada rumahku nan jauh di sana..
andai asa bisa jadi busur pelangi
yang bisa menyambung jarak kerinduanku
kan kutembus guyuran air yang berubah jadi
es sekalipun..
aku ingin pulang...
"Hero City, catatan 150108 saat diguyur hujan...saat ingat memori rumah kebanjiran.."
lebih tajam dari pedang
lebih cepat dari kilatan cahaya
lebih lembut dari sutera
lebih halus dari bisikan angin di senyapnya malam
lebih luas menembus mayapada daripada satelit
lebih tangguh daripada kokohnya karang
lebih indah dari mentari yang baru merekah
bermakna yang dalam jika ditulis sepenuh hati
menggetarkan hati
menentramkan sukma
yang merayu rindu saat membaca ayat-ayat cintaNya
Robbi...
ajari aku mengeja setiap cintaMu
dalam penggalan episode-episode jiwaku
yang merayap dari waktu ke waktu
mencoba membuka tabir rahasia kasihMu
hingga KAU ijinkan aku
menapaki rumah suciMu
Robbi...
ajari aku memaknai titian kasihMu
dan menangkapnya lewat pena kecilku
yang masih perlu tuntunanMu
untuk menjadi salah satu pemujaMu
yang bisa dibanggakan bersama kekasih pilihanMu
Soerabaia, dalam senandung gerimis senja.."surabaya juga bisa banjir lho.."
lebih cepat dari kilatan cahaya
lebih lembut dari sutera
lebih halus dari bisikan angin di senyapnya malam
lebih luas menembus mayapada daripada satelit
lebih tangguh daripada kokohnya karang
lebih indah dari mentari yang baru merekah
bermakna yang dalam jika ditulis sepenuh hati
menggetarkan hati
menentramkan sukma
yang merayu rindu saat membaca ayat-ayat cintaNya
Robbi...
ajari aku mengeja setiap cintaMu
dalam penggalan episode-episode jiwaku
yang merayap dari waktu ke waktu
mencoba membuka tabir rahasia kasihMu
hingga KAU ijinkan aku
menapaki rumah suciMu
Robbi...
ajari aku memaknai titian kasihMu
dan menangkapnya lewat pena kecilku
yang masih perlu tuntunanMu
untuk menjadi salah satu pemujaMu
yang bisa dibanggakan bersama kekasih pilihanMu
Soerabaia, dalam senandung gerimis senja.."surabaya juga bisa banjir lho.."
Langganan:
Komentar (Atom)


