Tampilkan postingan dengan label cerebri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerebri. Tampilkan semua postingan

Yuk Rame-rame Rayakan Bajakan...! (kritik atas bajakan film AAC)





Hanung Bramantyo said : saya di bajak yang kemudian keuntungan yang saya terima sedikit.(Ah, lagi-lagi kalau kita bicara materi tidak akan ada habisnya).Mari kita membebaskan diri dari kecenderungan menilai pembajakandari unsur materi. Hal paling besar dari pengaruh bajakan adalah:Penonton tidak dididik menghargai kualitas terbaik dari sutradara.Film Ayat-Ayat Cinta , sekalipun di bajakan bisa diikuti jalanceritanya, tapi bukan kualitas terakhir dari sutradara-producer dankru serta pemain. Bajakan tersebut diambil dari hasil mentah yangmasih ada di mesin editing studio MD. Artinya belum ada music yanglayak (Masih musik kasar yang diambil dari film Schindler list,Kamasutra, Pasion of Christ, dsb), belum ada tata suara yangmendukung seperti suara Ustadz Jefri melantunkan ayat dan doa, suaraFahri di masjid Al Azhar saat Talaqi masih suara cewek, suara-suaraatmosfer lalu lintas di Kairo juga belum masuk. Pendeknya, hasil dari> bajakan tersebut belum layak untuk menjadi bahan apresiasipenonton. Jika sudah begitu, apakah penonton juga layak menilaisebuah produk yang memang belum layak untuk di apresiasi?
Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan umat muslim pecinta novel AAC. Semoga berita itu tidakbenar. Tapi terlepas dari semua itu, saya menyayangkan sikapsiapapun yang terlibat, baik membajak maupun mengkonsumsi bajakantersebut. Apalagi melakukan penilaian atas dasar film bajakantersebut yang kemudian menghasut, mencerca dan menjelek-jelekkanfilmnya dan calon penonton yang mau menonton di bioskop. Saya hanyabisa berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yangmelakukan itu. Bagi yang tidak melakukannya, saya ucapkan terimakasih yang paling dalam. Kepadanya, saya hanya berharap doa untuksaya tetap sabar dan tidak terpengaruh.> Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dariitu, film ini telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam,karena keindahan Quran yang menekankan kesabaran dan keikhlasanumatnya.> Robbana Afrigh alaina Sabran, Wa tsabit Aghdamana wansurna 'alalqoumil kafiriin ...(bisa dilihat di blognya beliau
www.hanungbramantyo.multiply.com)

Ekky Imanjaya said (produser Film yg kini di Luar negeri ):soal pembajakan, saya ingin sekali bicara.intinya, saya sedih, maling kok dibela? nyolong kok bangga? nyopet kokdirayakan?tentu saja ada anomali atau perkecualian.tp membajak karya anak bangsa sendiri sangat keterlaluan!itu mencuri namanya, dzalim.nanti penjelasan lebih lanjut dari argumen saya ini, saya akan postingasap.(from Milis FLP –Forum Lingkar Pena)

Saudaraku yg kucintai karena ALLAH…Jika seorang Hanung saja saja bisa berkata seperti itu, apa yg akan antum katakan saat fenomena nonton Film bajakan itu mulai berkeliaran kemana2…?? Yah, semua memang pilihan, bisa nonton aja di bioskop…nunggu VCD Originilnya ada…atau malah rame2 liat bajakannya juga..

Seperti disampaikan dalam acara bedah Film AAC di Unair, 29 Februari kemarin kang Abik (sapaan buat habiburrahman el shirazy) bilang kalo Master of Film AAC di Indonesia Cuma ada di 4 orang, yang semuanya itu adalah orang2 perfilman atau pihak2 Production House…Lah, yang sudah antum dapatkan atau malah sudah ditonton rame2 atau sembunyi2 itu darimana..??

Saat ikut mengomentari bajakan itu saya pun sadar sepenuhnya bahwa saya bukan siapa2 dan bukan apa2 untuk ikut2an rame berkomentar, tapi saya punya hak bersuara…Sungguh, saya tidak rela saat karya seorang ikhwah (Habiburrahman el Shirazy) yang best seller kemudian ada apresiasi perfilman Indonesia untuk membuat Filmnya kini dibajak…dijiplak…dan yang menikmati adalah antum semua…Muslimin !!!

Mungkin benar kata seorang sister : mereka tak pernah menulis, jadi tak pernah tahu rasanya jika karya original yang telah memeras otak tiba2 dibajak..diplagiat..!! Dan saya ingin melihat dari sisi simpel saja jika antum yang saat ini diperlakukan seperti itu bagaimana..???

Kata kang Abik : saya sebenarnya tidak masalah saat ada karya2 bajakan AAC, sebab royalti (honor menulis) sudah sangat banyak…bahkan insyaALLAH novel beliau akan ditranslate ke English dan dipasarkan di luar negeri……

Saudaraku…sekali lagi saya ingin mengajak untuk bisa berfikir bijak saat kita penasaran dengan film itu, di tengah kontroversi nonton di bioskop, dalam penantian hadirnya VD originil atau pemutaran di Televisi…Beginikah kita memberikan apresiasi kita pada dakwah..?? Pada saudara kita yang telah berhasil melakukan ekspansi dakwah..?? Lihatlah kini makin banyak yang jadi baca AAC bahkan akhirnya mereka yang tak pernah kenal Islam pun kini jadi sering baca Ayat2 CintaNya (baca : AL Qur;an)…

So, memang pilihan saudaraku….Tapi jika bisa pilihlah yang benar, jangan rame2 etriak maling tapi kita juga malingnya..Astaghfirullah…Jika mau yuk kita nonton rame2 ke bioskop…Kita booking pas hari itu buat WOMEN ONLY (akhwat) jika memang masalahnya pada bioskopnya…Jika kita tahu, Fiqh itu tdk pernah mempersulitkan kita, hanya kita yang mau belajar atau tidak. So, jangan sampai kita mengharamkan yang lain tapi kita menghalalkan yang harusnya haram karena ego kita…atau malah ketidak tahuan kita

Jika kita sering mengkritik film2 Indonesia yang gak mutu…maka saat karya Islam muncul ke permukaan berilah apresiasi tertinggi atas nama ISLAM…Jika banyak complain karena film tak sama dg novel, karena realita tak seindah tafsir fikiran kita ya berikan bukti…Bikin film sendiri dg semua manajemen atas nama ISLAM…Piye, siap ora..??? kalo belum siap hargai dong, karya anak bangsa…jangan malah menghargai kepingan VCD bajakan…!!


030308 in Hero City
, saat hati tergerak menulis karena sayangku pada saudara2ku yang tanpa bersalah melihat film bajakn itu, padahal seperti tanggapan di milis FLP, yang asli ma yang bajakan beda lho…Thanx for my sister, who always fight to get u’r dream with u’r capability on English…

geng motor bonek

Geng-Motor...Bonek

2 kata itu menimbulkan kengerian tersendiri dengan berbagai asumsi negatif di dalamnya. Apalagi jika kata2 itu digabung...Namun ini realita yang terjadi di bumi para pahlawan..bumi yang sering juga diartikan sebagai buminya arek2 bonek (bondo nekat).

Hal ini kudapati di dekat persinggahaanku selama tinggal di surabaya. Jalan karang menjangan adalah jalan tepat depan rumah. Dan setiap harinya, sekitar jam 23.00 mereka mulai beraksi. trek-trek-an atau kebut2an antar motor membuat malam yang harusnya mulai beranjak hening menjadi riuh. Mereka baru berhenti sekitar pukul 2 dini hari atau bahkan jika malam minggu mereka akan melanjutkan aksinya sampai lepas subuh.

Pernah suatu ketika aku mengantar adik kontrakan ke stasiun di ujung kota ini selepas subuh, dan puluhan motor berjajar di pinggir jalan dengan puluhan pemuda yang nongkrong di trotoar atau bahkan di pembatas tengah lajur kanan dan kiri jalan. Banyaak sekali...Untung tidak terjadi apa2 pada kami, sebab jika keluar rumah kita selalu berpakaian "preman"..berhelm standar, berslayer dan berjaket hehe..

Tadi pagi pun dalam reportase salah satu radio lokal, ada seorang bapak yang mengeluhkan kejadian ini. Namun beliau bilang "ya..mungkin karena energi yang tersisa dari malam minggu, mas" katanya pada broadcaster. Aku yang saat itu mendengar ingin rasanya nambah komentar, sebab itu bukan malam minggu saja..hampir tiap hari !!

jangan sampai kasus geng motor di jabar akan mengimbas daerah lain. Seandainya saja teman2 muslim mau merangkul mereka..ya, minimal aku pernah melihat aktivitas teman2 putera yang "mangkal di warung saat lepas malam" bisa dimanfaatkan...Bermula dari warung kopi berakhir di mushola.


"QueUe"

Terjemah bahasa indonesianya “antri”..walaupun sesekali saya sering memanggil seorang mbak dg mbakqueue...entahlah kenapa ada yang begitu gandrung dg “que” ini ada Soraya Haque..Marissa Haque..

Namun sepertinya hal itu tdk digandrungi oleh orang indonesia yang notabene berotak kerdil..yakni orang2 yang masih memikirkan dirinya sendiri, hanya memikirkan dirinya sendiri...Ia akan berfikir agar ia tak berada dalam antrian panjang itu dg sesekali mendzalimi yg lain. Ya kadang malah curang...

Sedang seorang yang bijak akan berkata “ngantri..? Ga masalah !” sebab ia sadar akan konsekuensi jika ia datang ke suatu tempat yg memang kebutuhannya diperlukan orang banyak dan dalam waktu yg sama.

Sedang orang yang visioner, ia akan memilih menghindari jalur panjang itu dengan berfikir jauh ke depan, sehingga jatahnya tak akan berebut dg yang lain. Ia akan datang lebih dulu jauh sebelum antrian panjang itu dimulai.

“hidup sejatinya adalah perebutan jatah” (tarbawi) dan orang2 yang tak bermalas2an lah yang akan mendapatkannya...

KaLo CermiN bisa NgoMOnG

Ini bukanlah tandingan liriknya lagu kang Doel Sumbang yang berkisah ttg “kalau bulan bisa ngomong”..Namun hanya bersitan ide yang terlintas saat mengamati cermin yang merupakan benda terfavorit kayaknya bagi makhluk yang bernama manusia.

Seandainya cermin itu bisa bicara pasti ia akan ngomong “ bosan melihat orang-orang yang selama ini menghadap dirinya”. Pun jika cermin-cermin yang ada selama ini bisa berkata seperti cerminnya Ratu dalam dongeng Snow White pasti ia tak akan bohong untuk mengatakan jelek, manis, tampan, cantik. Yah, itu hanya andai-andai saja…

Kenyataannya cermin tak pernah mengeluh dengan banyaknya orang yang mematut diri padanya. Ia tak pernah menolak siapapun yang datang untuk membetulkan penampilannya. Dan ia selalu jujur untuk mengatakan yang sebenarnya. Buktinya tak pernah ada bayangan yang beda dari benda aslinya to ? Semua tampak simetris walau letaknya jadi berlawanan, yang kanan jadi kiri yang kiri jadi kanan (hal ini berlaku bagi cermin datar..)

Begitulah cermin menangkap realita. Dengan keterbatasannya yang tak bisa bicara ia menyuarakan kebenaran dan kejujuran. Sedang kita ? Semoga bukan orang yang tak berani menghadapi realita…”Buruk muka cermin dibelah” Mukanya yang jelek tapi cermin yang disalahkan bahkan dihancurkannya…Nasib..nasib…..

Hero City, 240108 : 02.01 am

Kereta Proletar



"dik, jemput mbak di Stasiun Gubeng ya.."

Bersama kuda besi aku menuju stasiun. Aku berhenti di tempat para penjemput di dekat tukang2 becak. Satu demi satu wajah2 lelah keluar dari stasiun yang hanya jadi tempat singgahnya pengangkut orang-orang itu. Wajah2 lelah dan sumringah bersama bawaan yang tak sedikit adalah gambaran dari orang2 yang tiba dari ular besi yang sering jatuh dari rel itu.

Akhirnya mbak yang kutunggu datang juga. "naik kereta apa tadi mbak?" ia menjawab "biasalah dik, kereta rakyat...hampir ga dapat duduk tadi.."

Kereta rakyat..tapi aku dan teman2 ku biasa menyebutnya kereta proletar. kereta yang benar2 gambaran masyarakat Indonesia. Ular besi yang menelan manusia hingga ke stasiun tujuannya, ular besi yang mungkin besinya sudah tua hingga sering terdengar berita ada kereta jatuh, ular besi yang kotor, pengap, sempit...Yah, kecuali jika ular besi itu "high class"

Dalam kereta proletar itu berbagai tipe manusia masuk. dan, hal yang sering membuatku tak nyaman adalah kehadiran pedagang yang tak pernah berhenti, pengemis yang aneh2, pengamen yang suaranya serak...

Aku fikir bagaimana orang2 itu bisa naik "strata" jika mereka mengamen, berdagang, meminta juga pada orang2 yang tak "high class"? Ya sama saja...ekonomi dari rakyat miskin untuk rakyat miskin...Ya, tapi akupun juga tak punya solusi buat mereka...Sebab jumlah mereka yang sudah bejibun di negeri paling kaya no 1 dari belakang ini...kalopun mereka pindah sasaran misal ngamen ke orang2 yang lebih kaya mungkin bisa lebih dapat penghasilan gedhe....(atau malah ndak dikasih saking pelitnya ya..? )

Yah, walau ndeso tapi orang2 desa itu solidaritasnya sangat tinggi..! Dan jika ditanya lebih bahagia mana orang kaya dengan orang desa ? maka orang desa akan lebih bahagia dibanding orang kota.

So, jika demikian memang tepat kenapa Indonesia ga pernah maju2....

Hijabnya Copot !!

"dek, ga boleh..!"

Lalu sang ikhwit alias gadis berjilbab yang masih kecil itu tersenyum kecil dan segera berlari menghampiri ibunya.

Hmm aku hanya tersenyum saat berada di lokasi kejadian itu. Saat itu ada kajian, lagi sesi tilawah. Yang tilawah adalah adalah adik2 TPA..Bareng2...Ikhwan2 kecil tilawah. Nah, saat semua pada khusyuk mendengarkan bacaan yang masih agak cedal itu tiba2 hijab hijau tua di masjid kecil itu tersingkap !!

Buru-buru bapak2 yang berada di dekat hijab segera menutup hijab yang membuka seperempat kain yang membatasi ikhwan-akhwat itu.

Aku masih tersenyum melihat kejadian itu. Fikiran "childish"ku pun berkata..jika aku masih kecil mungkin aku akan melakukan hal yang asma dg si adek kecil tadi atau bisa lebih parah lagi.."Ni ngapain sih, jemur kain kok di tengah masjid.." hehehe...

Kenangan Ramadhan di masjid kecil di Kota Pahlawan, 160907 : 09.33

Murobby..? Siapa takut..!!

“ Murobby bukanlah seorang guru yang sempurna.
Kalopun darinya ada sesuatu yang tidak seperti yang kau inginkan,
yang kau harapkan,
maka ubahlah dengan menjauhi atau menghindari hal itu pada mad’u-mad’umu.

Murobby adalah seorang manusia biasa yang punya banyak keterbatasan.
Maka engkaulah yang harus menjelajahi area tanpa batas itu dengan
bimbingan murobbi sejati. Dia yang tak pernah mengecewakan.”

“Jadi murobby ?? Siapa takut..!”

Hero City, 050107 :04.00pm

harga sebuah es-em-es

Bismillahirrohmaanirohiim,

Tulisan ini kutujukan untuk diriku dan saudara2 ku
yang kian sarat dengan amanah dakwah
semoga bisa menjadi pelajaran

Saudaraku….

Harga tertinggi sebuah ukhuwah adalah ketika kita bisa merasakan apa yang saudara kita rasakan dan mencintainya seperti kita mencintai diri kita sendiri. “ Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” ( HR. Bukhari-Muslim)

Saudaraku...
Seperti judul di sebuah majalah bahwa bisa jadi musibah yang saat ini menimpa saudara2 kita adalah juga karena kita ikut andil di dalamnya. Kita tidak peduli..kurang perhatian..bahkan bisa saja lantunan do’a pun jarang terucap untuk saudara2 kita..Apabila seorang kader dakwah lari dari barisan maka jangan sekali2 kita men-judge itu karena kurang militannya sang kader atau alasan lainnya, sebab bisa saja kitalah yang menyebabkan mereka lari dari barisan ini..

Coba jujur, ketika al akh tidak hadir syuro tahukah kita penyebabnya, pernahkah terbesit keinginan untuk bersilaturahim saat seorang kader tidak pernah muncul..? atau kita masih terlalu sibuk dengan amanah2 yang tak pernah akan berhenti dan kian bertambah..??? Atau malah saat saudara kita sakit tak ada keinginan sedikit pun untuk menjenguknya..?? Hmm..saya rasa tidak sampai separah itu, sebab saya yakin walau sebatas do’a yang antum baru bisa lakukan, semua akan menjadi catatan pertimbangan tersendiri dalam hal muamalah.

Ada sebuah pelajaran tentang ukhuwah yang dialami seorang ikhwah di sebuah tempat yang jauh dari rutinitas ikhwah, sebab ia ditugaskan di suatu wilayah yang terpencil. Satu-satunya sarana komunikasi hanyalah Handphone..kala kepenatan menggarap lahan baru ia rasakan apalagi charge-pekanan belum bisa ia temui, maka ia pun menghubungi saudara-saudaranya di tempat yang lain. Intinya sang ikhwah meminta diberi taujih agar lebih bersemangat. Ia mengirim sms pada lebih dari 2 orang..Namun sampai seharian tidak juga Hp-nya berbunyi..Sepii...Tiap kali ia melirik ke layar hp-nya tak ada sedikit pun kehidupan, tanda surat atau tanda telephone..! Hmm..ia masih berhusnudzon, dengan tetap berharap ada balasan dari saudaranya yang lain maka dengan pulsa yang masih tersisa ia pun menghubungi saudara2nya yang lain..” Wah, paling teman2 ku lagi sibuk banget, nih!” Emmh atau barangkali tidak punya pulsa..”akhirnya sms pun ditebarkan ke nomor teman2nya yang alhamdulillah sudah dihafal di luar kepala ( Nah, ada berapa nomor saudara kita yang sudah antum hafal ?? ) Dan, tahukah antum apa yang kemudian terjadi..???

Alhamdulillah, semua sms tadi tidak satu pun yang terbalas ( karena berarti itu mengajari sang ikhwah untuk tetap husnudzon dengan skenario Allah yang lain ) ! “Allahu Akbar...!! saudara2ku kok ya janjian kalo tidak ada pulsa, sampai2 satu sms buatku pun tidak ada..” Cerita tidak berakhir di situ, akhirnya ada sebuah sms masuk..tapi hyaa ternyata sms dari seorang ikhwan yang dengan PD-nya memberi sebuah taujih ! ( Cerita tadi dialami seorang ukhti di sebuah tempat tugas ).



Saudaraku...
Saya pribadi berharap agar cerita di atas atau yang hampir mirip tidak akan pernah ada lagi dalam ukhuwah kita...apalagi di rumah dakwah! Bukannya menggugat atau menyalahkan saudara2 saya yang akhwat tapi memang fenomena yang saya rasakan pun juga hampir sama dengan yang dialami ukhti tadi..Dan ketika ada sms balasan pun itu sudah “expired” – baru dua hari kemudian dibalas- Pun saya tidak menyalahkan tidak adanya pulsa untuk membalas sebuah sms karena memang banyak kebutuhan yang harus didahulukan ( sampai2 ada ikhwah yang bilang “seorang aktivis itu makanannya adalah pulsa..karena uang jatahnya lebih banyak dihabiskan untuk pulsa daripada buat jasmaninya..” ) Atau bila kondisi di atas tadi antum rasakan apa yang akan antum rasakan ? Apa yang antum lakukan..??

Beberapa kali saya mencoba mencari jawaban atas keheranan saya tentang ssm Saya tidak tahu apakah sms dari ikhwan ke akhwat atau sebaliknya yang memang segera butuh jawaban expres, kilat, gpl atau apapun istilahnya atau hanya rasa tidak enak bila tidak segera dibalas atau karena ada perasaan yang lain yang tidak bisa dijelaskan saya tidak tahu...karena fenomena yang ada adalah jika sms ke teman2 akhwat ( sesama akhwat ) sering sekali lambat balasnya, atau malah tidak dibalas ! “ AFWAN, UKH..TIDAK PUNYA PULSA..” selalu begitu alasannya jika pada akhirnya mereka bertemu karena tidak sengaja di tengah jalan atau suatu pertemuan. Lantas kenapa ketika sms ke teman2 ikhwan tidak atau mungkin jarang berlaku kondisi demikian ??? Jika mereka ( baca : ikhwan ) tidak punya pulsa saat disms akhwat mereka selalu mengusahakan untuk membalas sms dengan meminta sms pada temannya, dan sms balasan itu ( yang selama ini saya tahu ) tidak pernah “expired” kalaupun lama, waktunya masih bisa ditolerir ! Wallahu ‘alam seperti apa kondisi sebenarnya tapi ketika sms itu berlaku antar akhwat maka jangan sampai saudara kita malah lari ke lawan jenis karena tidak care-nya kita pada saudara kita. Masak akhwat kalah sama ikhwan..?? ( pertanyaan ini boleh dibalik kok )

Belum lagi ketika dibutuhkan sebuah jawaban yang cepat saat butuh koordinasi yang mendadak. Ketika sms itu akhirnya nyampai ke staf, teman2 tidak segera membalas kesediaannya. Seharusnya ada kesepakatan di antara teman2 jika memang tidak punya pulsa ( ex : jika tidak dibalas alias diam maka berarti jawabannya iya, meniru jawaban diamnya seorang perempuan…) tapi masalahnya dengan “diam” tadi itu artinya sms-nya nyampai atau tidak? atau malah memang sudah terkirim tapi yang bersangkutan tidak segera membuka sms karena hp yang ketinggalan atau lupa kalo di-silent…Atau mbokya telephone atau lebih bagus lagi menemui yang mengirim sms kalo memang kondisinya tidak ada pulsa dan tidak ada yang bisa diminta pulsanya.

Dalam berukhuwah hendaknya kita menjadi yang aktif, jangan jadi pasif Jangan menunggu tapi jemputlah kesempatan itu ! Bila saudara kita tidak ada kabarnya maka luangkan waktu untuk bersilaturahim atau minimal sms atau minimal miss call, sebab tatkala kondisi seseorang lagi down maka saudaranyalah yang bisa meneguhkannya…SATU SMS Taujih antum sangat bisa menegakkan langkah saudara kita, ukhti ! SATU SMS bisa menentukan langkah sebuah gerakan, SATU SMS berarti bergerak…bergerak untuk membangun kuatnya pondasi ukhuwah…bergerak untuk menuju cintaNya… bergerak menuju perubahan…SATU SMS tidak akan membuat antum tidak bisa makan, bukan ? So kala SATU SMS menghampiri Hp kesayangan maka jangan biarkan ia lewat begitu saja. ALLAH MELIHAT USAHAMU..Jika kau bersungguh-sungguh maka akan kau dapatkan. Namun jangan sampai SATU SMS walaupun hanya sekali ia kan menjadi duri kala sms itu ditujukan ke lawan jenis, jangan berselimut taujih atau perhatian2 yang lain yang tidak penting hanya akan membuang2 pulsa dan akan mengotori hati kita. Bila antum sms taujih ke akhwat ( bagi para ikhwan ) atau ke ikhwan ( bagi akhwat ) sudahkah saudara antum yang sejenis mendapatkan taujih itu ? Mungkin saja hati kita tidak ada perasaan apa-apa namun apa ada jaminan bahwa yang menerima sms akan juga berfikiran seperti antum ? ?

Bantu saudara-saudara kita untuk mendapatkan kembali semangatnya..bantu mereka untuk bersama-sama membangun sebuah peradaban..bantu mereka untuk menjaga hatinya ( antar lawan jenis )…

“ Barang siapa melepaskan salah satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan salah satu kesusahan hari kiamat darinya. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya..” ( HR. Imam Muslim)

Wallahu ‘alam

Kalaupun ada kebenaran semuanya atas petunjuk Allah semata
Kalaupun ada banyak kekurangan dan kekhilafan sehingga ada hati – hati yang terdzolimi itu karena keterbatasan saya semata…( menerima kritik dan saran )
AFWAN JIDDAN..


Baitus Syauqi, 130906 : 11.21 am
special for akhwat..sepertinya kita perlu
belajar manajemen SMS, nih..!