Saat praktik di Rumah Sakit terbesar di Indonesia Timur ini ada banyak hikmah yang bisa kuambil dan hal2 yang membuatku prihatin….Yang akhirnya mengerucut pada sosok perempuan. Ya,perempuan. Sepakat dengan programnya WHO “Safe Motherhood”
Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Karenanya, hal itu menjadi kegiatan prioritas Departemen Kesehatan pada periode 2005-2009. Prioritas lain adalah pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin; penanggulangan penyakit menular, gizi buruk, dan krisis kesehatan akibat bencana; serta peningkatan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, tertinggal, dan daerah perbatasan serta pulau-pulau terluar.
Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2002-2003, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) tercatat 35 per 1.000 kelahiran hidup. Depkes menargetkan pada tahun 2009 AKI menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 26 per 1.000 kelahiran hidup. Gizi kurang Pada tahun yang sama prevalensi gizi kurang pada anak balita akan diturunkan dari 25,8 persen menjadi 20 persen dan umur harapan hidup dinaikkan dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun.
Menurut Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Sri Astuti S Suparmanto, ada empat strategi utama Depkes dalam pembangunan kesehatan. Keempat strategi itu adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat; meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas; meningkatkan sistem surveilans, pemantauan, dan informasi kesehatan; serta meningkatkan pembiayaan kesehatan.
Saat aku mendapat tugas praktik di Ruang Poli Hamil…Senangnya melihat ibu yang sedang berbadan dua, saat itulah ALLAH begitu memperlihatkan kekuasaanNYa…Tak sedikit yang diuji dengan kesulitan-kesulitan. Banyak yang kehamilannya bermasalah, mulai dari yang ringan à hiperemesis gravidarum (muntah berlebihan saat kehamilan) sampai dengan gejala yang sering timbul dan termasuk kriteria berat yakni Hipertensi atau darah tinggi atau pre-eklampsia jika disertai dengan gejala lain seperti bengkak pada tangan dan kaki, serta adanya kandungan protein pada urine bahkan akan menjadi eklampsia jika disertai kejang….
Astaghfirullah…tak hanya itu ujian bagi perempuan…saat hamil muda pun mereka perlu berhati-hati dengan kehamilannya. Perlu adanya kepekaan terhadap perubahan2 sekecil apapun yang terjadi padanya. Jadi ada 6 tanda bahaya kehamilan :
1) Nyeri kepala
2) adanya bengkak pada muka dan tangan
3) perdarahan dari jalan lahir
4) demam tinggi
5) pandangan kabur atau mata berkunang-kunang
6) tidak terasa adanya gerakan janin
Jika ada gejala seperti tersebut di atas segera bawa ke Tenaga Kesehatan atau Instansi kesehatan. Jangan menunggu. Perempuan selalu menunggu keputusan dari suami, keluarga (seringnya mertua) yang malah memperlambat penyelamatan itu. So...kalian punya keputusan sendiri, ok !
Hamilkah….? Atau “saya mual-mual 2 hari ini apa saya sudah hamil…?” atau “tanda2 hamil itu apa aja to..?”
Begitulah 3 pertanyaan yang sering muncul dari saudara2 perempuan yang telah lebih dulu diberi kesempatan untuk menjadi ibu….
Pada dasanya ada beberapa hal yang menjadi tanda pasti seseorang disebut sedang hamil. Di antaranya..
Tidak mendapatkan menstruasi selama beberapa lama
Adanya HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang ditunjukkan dengan positifnya test-pack 14 hari setelah konsepsi. Tes yang kurang akurat bila dideteksi pada 4 sampai 10 hari setelah terlambat bulan atau 3 minggu setelah konsepsi.
Adanya nyeri pada payudara atau pembesaran pada payudara
Adanya “morning sickness” atau mual muntah di pagi hari
Adanya Quickening (gerak janin). Pada usia 20 minggu bagi primipara (hamil yang perama kali) dan biasanya pada 16 minggu pada multipara (hamil yang kedua atau seterusnya)
Pemeriksaan yang secara obyektif oleh tenaga kesehatan akan membuat diagnosis kehamilan lebih valid. Jadi jika didapat tanda2 seperti di atas semoga berita bahagia itu akan segera anda dapatkan.
Sumber : Bobak, Lowdermilk. 2005. Maternity Nursing. Jakarta : EGC
