berjuta asa
berlinang dosa
berpadu dalam lautan kasih
beradu dalam gemuruh pencari cinta
30 hari
ada 720 jam
ada 43200 menit
ada 2592000 detik
tik tok
tik tok tik
ia kan berlalu tanpa makna bila kita tak mewarnainya
ia kan hilang bersama cinta yang berakhir perih
ia kan hilang bersama bayang semu bernama dunia..
tik tok..
dan hanya sang pencari cinta
yang berhasil mendapatkan cinta sejatinya..
"tuk para perindu surga..sabarlah, saat yang tepat pasti tiba dg maniez..."
Menginjakkan kaki di pangkalan lyn dekat kebun binatang di kotanya bonek ini membuatku malas, siang-siang lagi. Kotor, sesak dan selalu ramai dengan orang-orang yang lekat dengan musik dangdut, main gaple (atau judi ya), irama suara pengamen yang tidak karuan tangga nadanya (tangganya ilang jadi nadanya tak beraturan), bahkan peminta-minta yang tak lekang mampir dari satu lyn ke lyn yang lain.
Pandanganku langung tertumbuk pada lyn letter P yang menuju karang menjangan yang berada terdepan dari barisannya. Pasti segera berangkat, fikirku. Hmm niatku akhirnya surut, sebab belakang sudah penuh, bangku kanan tujuh, bangku kiri empat..trus bangku kayu dekat pintu sudah diisi 2 orang. Yang kosong tinggal depan ! dan sudah ada seorang bapak-bapak yang tersenyum-senyum di sana.
Ah, malas ! Segera kuputar badan dan kualihkan pandanganku pada lyn berikut yang sudah lumayan terisi penumpang. Lagipula aku tidak buru-buru, nggak usah naik lyn depan itu.
Baru dua langkah aku terhenti. Aku terpaksa menoleh kembali karena aku merasa akulah yang dikomentari “Oalah, mbak-mbak..kalo gak mau di depan mbok ya bilang…” ujar salah seorang bapak yang berdiri di dekat lyn pertama tadi. Yang segera diikuti dengan pindahnya bapak yang duduk di bangku dekat pintu keluar menuju bangku depan. Kulihat di bangku yang kini kosong itu seorang ibu muda berjilbab yang tersenyum padaku.
Akhirnya aku kembali menaiki lyn itu dengan tanpa memperhatikan dan mendengarkan gumaman orang. Biarin ! ga kenal juga, fikirku.
Tapi satu suara yang aku tak tahu darimana datangnya menimpali “masak belum maju sudah menyerah…jangan menyerah sebelum berperang mbak!” dalam hati aku membenarkan, tapi sisi hatiku yang lain berkata “yee..siapa juga yang mau perang..mentang-mentang tujuh belas agustus..”
Akhirnya lyn pun mulai merayap setelah formasi duduk yang sudah lengkap itu terpanggang di dalam lyn non-AC selama hampir sepuluh menit. Coba ada AC-nya atau kalo itu ga ramah ozon gimana kalo dibuat lebih manusiawi gitu. Orang kok dijejal-jejal. Hatiku masih menggumam. Sudah, tinggal duduk saja kok repot, disuruh turun tau rasa kamu. Mbok ya bersyukur masih bisa kemana-mana saat kuda besi belum di tangan…
Terminal Joyoboyo, 270707 : habis ashar di iain
bismillah...
kadang ada banyak hal yang tidak saya fahami di sini...
bukan masalah yang formal..
tapi justru dari sisi informal...
dari sisi afektif...
saat mata air mata itu tak bisa menangis...
mungkin ada banyak mata yang sudah kita buat menagis..
mungkin sudah banyak hati yang sedih atas tingkah kita...
berbahagialah saat mata air mata itu masih mampu menganak sungai...
dalam keheningan malam..
dalam dinginnya pagi yang menusuk tulang...
saat mata air mata tak mampu berkata
saat kelenjar lakrimalis tak mampu bekerja saat ia harus bekerja
maka itu pertanda peringatan dariNya
atas dosa-dosa kita...
jika Rasul yang mulia itu senantiasa menangis
jika seorang Umar yang keras juga tergugu
akankah kita yang fakir ini tak jua sadar atas bertumpuknya dosa...
Astaghfirullah...
250707: sudut sempit of Hero City, saat alarm waktu kehidupanku semakin bertambah menyalak...saat ternyata kita kurang PEKA pada saudara2 kita...
